Andikammt's Blog

Juni 22, 2010

Manajemen Resiko, makanan apa itu ?

Filed under: Departemen K3 — ilmuwan_cupu @ 6:22 pm

Kecelakaan di tempat kerja memakan lebih banyak korban jika dibandingkan dengan perang dunia. Riset yang dilakukan badan dunia ILO menghasilkan kesimpulan bahwa setiap hari rata-rata 6000 orang meninggal, setara dengan satu orang setiap 15 detik, atau 2,2 juta orang pertahun akibat sakit atau kecelakaan kerja yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Jumlah pria yang meninggal dua kali lebih banyak ketimbang wanita, karena mereka lebih mungkin melakukan pekerjaan berbahaya. Secara keseluruhan, kecelakaan di tempat kerja telah menewaskan 350.000 orang. Sisanya meninggal karena sakit yang diderita dalam pekerjaan seperti membongkar zat kimia beracun (ILO, 2003)

I. Manajemen Resiko

Manajemen resiko merupakan inti dari sistem manajemen K3, karena itu secara khusus OHSAS 18001 dan Permenaker 05/Men/1996 mempersyaratkan adanya pengelolaan resiko. Sebuah organisasi dapat menerapkan metode pengendalian resiko apapun sejauh metode tersebut mampu mengidentifikasi, mengevaluasi dan memilih prioritas resiko dan mengendalikan resiko dengan melakukan pendekatan jangka pendek dan jangka panjang.

Menurut The Standard Australia/New Zealand 4360 (2004) memaparkan bahwa, resiko ialah suatu kemungkinan dari suatu kejadian yang tidak diinginkan yang akan mempengaruhi suatu aktivitas atau obyek. Resiko tersebut akan diukur dalam terminologi consequences dan likelihood. Resiko bisa diindikasikan oleh probabilitas sebuah kecelakaan dikalikan kerusakan dalam rupiah, nyawa, atau unit operasi. Dapat dijelaskan pula bahwa resiko adalah pemaparan tentang kemungkinan dari suatu hal seperti kerugian secara finansial, kerusakan fisik, kecelakaan atau keterlambatan, sebagai konsekuensi dari suatu aktivitas. Beberapa contoh resiko yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan yaitu :

1. Kegagalan dalam meraih kesempatan

2. Kerusakan dari peralatan atau mesin-mesin produksi

3. Kebakaran dan kecelakaan kerja

4. Kerusakan dari peralatan kantor

5. Pelanggaran terhadap keamanan

Untuk menanggulangi resiko dapat dilakukan dengan menghindari, mengurangi, mentransfer, atau menerima resiko tersebut. Resiko dapat dibagi menjadi beberapa bagian (The Standards Australia/New Zealand, 1999),  antara lain adalah :

1. Tipe Resiko

Resiko perusahaan dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu :

a. Tipe Pertama

Adalah tipe resiko yang sulit dikendalikan manajemen perusahaan, seperti resiko kebakaran akibat arus listrik dan penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

b. Tipe Kedua

Adalah tipe resiko yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Resiko ini dapat terjadi pada saat perusahaan membangun pabrik baru, meluncurkan produk baru atau membeli perusahaan lain. Jika salah memprediksi, perusahaan akan menderita kerugian

2. Nilai Resiko Yang Dapat Ditolerir

Perusahaan yang tidak memiliki srategi manajemen resiko lebih merugi dalam menghadapi masa kritis. Akan banyak biaya yang harus dikeluarkan setelah suatu peristiwa terjadi. Karena menyadari kebutuhan untuk mengatur resiko, maka perusahaan mengeluarkan biaya-biaya tambahan sehingga berakibat pada turunnya jumlah kejadian yang tidak diharapkan, yang akhirnya menurunkan jumlah berbagai biaya.

Gambar 1 menjelaskan adanya suatu tingkat maksimum investasi di dalam manajemen resiko. Investasi yang terlalu besar akan membebani perusahaan dengan biaya-biaya yang menyebabkan perusahaan menjadi tidak kompetitif. Sebaliknya, investasi yang terlalu sedikit akan membuat perusahaan bertanggung jawab atas pembiayaan akibat kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

Gambar 1. Dampak Berbagai Biaya Dalam Mengatur Resiko

(Sumber : The Standards Australia/New Zealand, 1999)

II. Perhitungan resiko

Resiko merupakan kombinasi dari likelihood dan consequence. Likelihood ialah kemungkinan dalam suatu periode waktu dari suatu resiko akan muncul. Perhitungan kemungkinan yang sering digunakan adalah frekuensi. Consequence ialah akibat dari suatu kejadian yang biasanya dinyatakan sebagai kerugian dari suatu resiko. Oleh karena itu, perhitungan resiko dilakukan dengan mengalikan nilai likelihood dengan consequence.

Risks = Likelihood x Consequence ……………………………………………..(1)

Dimana :

Consequence = Konsekuensi untuk suatu resiko

Likelihood = Frekuensi kegagalan untuk suatu resiko

Untuk memudahkan penentuan level resiko dibuatlah suatu tabel risk-matrix. Dari beberapa keterangan sebelumnya, maka dapat diartikan bahwa manajemen resiko adalah suatu upaya pengelolaan suatu resiko yang terstruktur dan bertujuan untuk mengetahui, menganalisa, serta mengendalikan resiko dalam setiap kegiatan atau aktivitas perusahaan yang diaplikasikan untuk menuju efektivitas manajemen yang lebih tinggi dalam menangani kesempatan yang potensial dan kerugian yang dapat mempengaruhi perusahaan. Mengatur resiko ialah suatu proses sistematik yang digunakan untuk membuat keputusan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari performansi perusahaan. Sedangkan mengelola resiko adalah mengidentifikasi suatu kejadian yang dapat merugikan perusahaan dan mengambil suatu tindakan untuk menghindari dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan oleh perusahaan.

Setiap perusahaan membutuhkan metode tertentu untuk mengontrol berbagai resiko yang mungkin timbul. Manajemen resiko dapat diartikan sebagai suatu sistem pengawasan resiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan kemungkinan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu resiko. Suatu keseimbangan antara biaya dalam mengelola resiko dengan keuntungan yang akan didapatkan sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program manajemen resiko. Berikut gambar 2 di bawah ini adalah model manajemen resiko secara kompleks.

Gambar 2. Risk Management Process

(Sumber: The Standard Australian/new zealan, 2004)


1 Komentar »

  1. Ini standar milik Australia, bukan buku masbro.

    Komentar oleh ilmuwan_cupu — Desember 1, 2013 @ 11:10 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: